RSS

FATWA CINTA

13 Jan
DASAR CINTA
CINTA adalah mengasihi seseorang yg melebihi dari mengasihi diri kita sendiri. Terus menerus rajin dan bersemangat dalam kerinduan, lesu badannya tetapi tidak lesu hatinya. 
Kadar cinta yang dimiliki terkadang lebih besar dari orang yang berani berterus terang mengngkapkan isi hatinya. Hal ini banyak di alami kaum Hawa, bagi kebanyakan wanita mengungkapkan perasaan cinta sangat berlawanan dengan harga dirinya. banyak kaum wanita menaruh cinta pada seseorang (lawan jenis) diungkapkan bukan dengan kata2 cinta atau sejenisnya. jika ia jatuh cinta atau simpati (simpati adalah awalmula tumbuhnya cinta) maka terkadang ia mengungkapkannya dgn memberikan perhatian sepenuhnya kepada kawan yg dicintai itu, namun adapula orang memendam cinta dan tak pernah diungkapkan kpd siapapun karena rasa cintanya yg lebih besar membuat ia takut DITOLAK.
Perasaan takut malu dan gentar akan timbul bila berhadapan dgn orang yg dicintai. Memang sangat sedikit sekali orang yg semacam ini, inilah akibat cinta yg berlebihan sehingga ia takut ditolak apabila cinta itu diungkapkan, maka lebih baik ia simpan atau dipendam jauh kedasar hatiyg paling dalam. 
Perlu diketahui bahwa bukan berarti cinta yg disimpan tidak kelihatan, sebab cinta dapat diketahui dari tatapan mata, tingkah polah tubuh, atau reaksi wajah atau lainnya.
CINTA DAN BIRAHI
Terkadang ada orang yang berkata “Untuk apa bercinta kalu tidak mau diajak pacaran, berciuman, berpelukan dan berhubungan suami istri!”. 
Cinta berbeda dengan Nafsu birahi yg timbul sesaat dan setelah dilampiaskan hilang begitu saja. Cinta walaupun berkali2 dilampiaskan tak akan sirna, ia menyatu dgn jiwa pemilinya.
CINTA MURNI adalah cinta yg berdiri sendiri yg dapat mengatur perasaan didalam jiwa kita. cinta yg disalurkan melalui hubungan seksual tanpa didahului proses pernikahan yg sah menandakan bahwa perasaan cinta itu sudah dikalahkan oleh nafsu.
Tanpa cinta mgkn hasrat birahi akan berkurang, tapi tanpa birahi tidak akan menyebabkan rasa cinta berkurang. Cinta bisa menguatkan birahi, tapi birahi belum tentu bisa menguatkan cinta.
Birahi sangat membutuhkan kepuasan sedangkan cinta tidak membutuhkan apapun, sifat cinta adalah memberi, menerima, menjaga dan melindungi.
CINTA DAN AIR MATA
Cinta tidak bisa lepas dari air mata, begitu pula air mata, ia merelakan dirinya lantaran terharu akibat kerbau / ikan yg dihadiahkan oleh cinta.

> Cinta akan terasa lebih indah apabila dalam keadaan derita dan air mata (Terry Moore)

Seorang ibu akan menangis dgn titik air mata yg idak bisa dibendung lagi bila mendengar atau menyaksikan anak kesayangannya tertabrak kereta atau kecelakaan apa saja yg menyebabkan kematian, ini terjadi karena Kodrat Seorang Ibu yg cinta kasihnya kepada anak tak dpt ditandingi oleh cinta manapun didunia.
Seorang ibu bahkan rela membendung dorongan air matanya demi kebahagiaan seorang anak. Demikian besar cintanya bahkan cinta seorang ibu tdk membutuhkan balasan cinta dari sang anak, sejahat apapun seorang anak terhadap ibunya, tetapi bila anak mendapat bahaya dan menemui kematian seorang ibu tetap tidak akan tahan dan dia akan menangis sejadi-jadinya. Inilah perwujudan cinta kasih seorang Ibu.
> Induk ayam adalah binatang yg lemah tetapi apabila ia sedang mengasuh anaknya dan anak itu terganggu, dia akan lupa akan kelemahannya dan dia akan mempertahankan anaknya dan mengejar si pengganggu.
Walaupun gajah yang datang tetap akan ditentangnya, kasih kepada anaknya membuat ia tak peduli bandingan kekuatan antara dia dan gajah. (Hamka/tokoh sufi)
Cinta memang tidak harus memiliki, tetapi jika cinta sudah memiliki maka cintapun tak akan rela melepaskan begitu saja apa yg sudah menjadi miliknya.
CINTA TERTINGGI
Permasalahan cinta yg penuh romantika menggerakkan hati manusia untuk menyelidiki, membahas dan menyimpulkan apa arti cinta.
Berikut ini pemikiran para ahli Sufi, Filosof, Bujangga dan Ulama terkemuka, mereka membuat kesimpulan yang berbeda rupa namun maksud yg terkandung didalamnya tetap sama. Percikan Mutiara2nya tersusun seperti dibawah ini:
> Sayang dan benci jangan dijadikan ukuran , sebab rasa sayang menutupi mata melihat cacat dan keburukan sehingga yang tampak hanya bagusnya saja.
Rasa benci menutupi mata dari melihat kebaikan, yg tampak hanya cacat dan buruknya saja .
Maka perasaan jangan sampai mengalahkan akal. (Hamka)
> Cintailah orang yang kamu cintai sekedarnya saja, sebab bisa jadi suatu saat nanti orang yang kau cintai berubah menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, bisa jadi suatu saat orang yg kau benci berubah menjadi orang yg paling kau cintai.
> Gugur bunga karena layu
Gugur cinta karena cemburu
Gugur iman karena nafsu
CINTA TERTINGGI adalah cinta yang luar biasa, bagai seekor semut yg merayap didalam pekat, tanpa suara dan sangat sukar dicerna oleh alat indera, tapi keberadaannya tetap dirasakan oleh kita.
Itulah wujud dari kasih sayang sang Pencipta, keagungan dan kebijaksanaan-Nya, kekuatan dan kemahaperkasaan-Nya terangkum semua dalam kasih sayang-Nya yang tercurah kepada hamba-Nya berupa karunia dan kenikmatan yg tak terhingga jumblahnya. 

Seorang tokoh Sufi bernama Rabi’ah bin Ismail Al-Adawiah adalah contoh para pecinta yang memiliki derajat cinta tertinggi.

Cinta Rabbi’ah kpd Allah Swt. adalah cinta abadi yg tidak takut pd apa saja & siapa saja walaupun pada Neraka, seperti yg diucapkan pd syairnya:
“Seandainya aku beribadah kepada-Mu karena takut akan siksa Neraka, maka biarkanlah Neraka itu bersama-ku dan sekiranya aku hanya sekedar mengharapkan surga, maka jauhkanlah surga dari-ku. Akan tetapi bila aku beribadah karena cinta semata, maka limpahkanlah kerinduan kepada-Mu selalu….”. 

“Aku menghadap lantaran aku cinta, hanya engkaulah yang patut untuk dicinta. Cinta-ku yang membuat rindu pada-Mu dan cinta suci ini bukanlah tabir penutup sembah sujud-ku, janganlah kau memuji-ku karena bagi-Mu lah segala puji”. 

> Dalam Syairnya Rabbi’ah berkata :
Aku mencintai-Mu dengan dua Cinta
Cinta karena aku dan Cinta karena-Mu jua
Cinta karena aku,
Senantiasa aku mengingat-Mu
Cinta karena-Mu
Karena Kau bukakan tabir…
Hingga kulihat puji bukan hak-ku
Bagi-Mulah segala puji
Duhai kekasih hati
hanya Engkaulah yang engkau cintai
Kau ampuni perbuatan Dosa
Yang datang pasrah menghadap-Mu
Dikaulah harapan-ku,
Kenangan-ku dan kebahagiaanku

Telah dikabarkan pula bahwa Allah Swt. berfirman kepada nabi Dawud As.:
“ya Dawud, sampaikan kepada Bumi-Ku, bahwa Aku adalah Kekasih kepada siapa yang cinta kepada-Ku, aku teman duduk bagi siapa yang duduk dengan-Ku, pemilih bagi siapa yang memilih-Ku, dan menuruti siapa yang mentaati-Ku, apabila seorang hamba mencintai-Ku dan aku tahu bahwa itu sebagai kayakinan dari hati-nya, maka Aku menerimanya bagi diri-Ku, dan mencintai-nya dengan kecintaan yang tidak didahului oleh seorangpun dari mahluk-Ku dengan kebenaran, ia pun mendapati-Ku, dan barang siapa mencari selain-Ku, maka ia pun tak akan menjumpai-Ku”.

Tanda Allah Swt. mencintai hambanya ialah melimpahkan keresahan dlm hati hamba-Nya terhadap apasaja selain Allah Swt. hingga pd akhirnya yg ia cari hanyalah Allah Swt.
Nabi SAW. bersabda:
“Apabila Allah SWT. mencintai hamba-Nya, Dia menguji-nya, jika ia sangat mencintai-nya maka Allah SWT. pun mencoba-nya”.

Cobaan yang bertubi2, penderitaan yang silih berganti adalah bukti cinta Allah SWT. pada hamba-Nya sebab dgn musibah dan derita itu Allah SWT. melenyapkan dosa2-nya.

Firman Allah dalam hadist Qudsi:
“Apabila telah kubebankan kemalangan (musibah) kepada salah seorang hamba-Ku pada badan-nya, harta-nya, anak-nya kemudian ia menerima dgn sabar yang sempurna, Aku enggan menegakkan timbangan bagi-nya di hari Qiamat atau membukakan buku catatan amal-nya”.

CINTA BERKATA :
WAHAI INSAN
AKU HADIR DIHATI-MU
UNTUK MENGHILANGKAN SEPI DAN KERESAHAN-MU
TAPI SETELAH LAMA KU SIS HIDUP-MU
ENGKAU MALAH MENUDUH-KU
PEMBAWA RESAH DAN PILU

WAHAI INSAN
AKU DATANG PADA-MU
UNTUK MEWARNAI HIDUP-MU
TAPI ENGKAU MALAH MENUDUH-KU
SEBAGAI PENYEBAB TIMBULNYA NAFSU

WAHAI INSAN
AKU SENANTIASA DATANG
KARENA MASIH ADA DIANTARA MEREKA
YANG MENGAGUNGKAN PERASAAN CINTA
BAHKAN MEREKA MEMBAWA-KU KETEMPAT YANG PALING TINGGI
CINTA SEJATI, MURNI DAN ABADI
CINTA PADA ILAHI
PENCINTA ALAM INI 

Cinta kepada dzat yg Maha Pencipta tidak membuat para pecinta tersiksa.
Cinta pada seseorang membuat kita penasaran, takut ditolak dan takut dipermalukan, tetapi Cinta kpd yg Maha Kuasa akan mendatangkan kebahagiaan, tiada halangan dan hal2 penyebab kebencian .

Demikianlah kemurnian cinta sejati, cinta yang suci, cinta yang trtinggi, semoga Allah Swt. memasukkan kita kedalam golongan yang dicinta dan dikasihi-Nya, smoga kita betul2 Ikhlas dan Ridlo atas cobaan dan ujian yang diberikan Allah Swt. kpd kita sehingga Allah Swt.pun ridlo kpd kita. 
Amiiinn….. 

Ini Makalah-ku waktu Kuliah tahun 2005, mohon maaf apabila ada kesalahan dan terlalu panjang untuk dibaca 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2010 in Chicken Soup for the Soul

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One response to “FATWA CINTA

  1. Iwan

    13 Januari 2010 at 04:30

    ok, sepertinya gw termasuk yg ……

     

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ATAU PESAN

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: